Cover buku Animal Farm. Foto: Gramedia

LPK—Bagaimana jika suatu peternakan dipimpin oleh seekor babi?

Eric Arthur Blair atau George Orwell adalah seorang sastrawan Inggris,yang lahir di India. George Orwell Dikenal karena kritiknya terhadap komunisme. Salah satu karyanya adalah novel yang berjudul Animal Farm yang juga merupakan penulis dari novel 1948. Novel Animal Farm karya George Orwell ini kembali naik di beberapa media sosial seperti TikTok dan Instagram. Hal ini terjadi karena cukup sesuai dengan apa yang sedang terjadi di Indonesia beberapa bulan belakangan ini. Menariknya, novel ini terbit di Inggris pada tanggal 17 Agustus 1945, persis dengan tanggal Indonesia merdeka. 

Animal Farm bercerita tentang suatu peternakan yang dimiliki oleh seorang pria tua bernama Pak Jones. Suatu malam, mayor tua seekor babi putih tua bermimpi bahwa suatu saat nanti semua binatang akan setara dan tidak ada lagi yang namanya perbudakan dan penindasan terhadap binatang. Tiga hari setelah mimpi itu, si tua mayor mati dan kepemimpinannya diteruskan oleh dua babi bernama Snowball dan Napoleon. Sekelompok hewan dari peternakan ini berencana untuk mengambil alih peternakan menjadi milik semua binatang. Namun, ternyata Snowball dan Napoleon selalu berselisih pendapat yang mengakibatkan terusirnya Snowball dari peternakan tersebut dan Napoleon membuat pemerintahannya sendiri. Namun, Napoleon menyalahgunakan kekuasaannya yang membuat binatang-binatang lain memberontak. Dari sinilah, muncul drama-drama pemerintahan dalam peternakan tersebut. 

Novel yang diterjemahkan oleh Prof. Bakdi Soemanto ini merupakan novel dengan pembahasan yang cukup berat, berdasarkan peristiwa-peristiwa Uni Soviet semasa Kekaisaran Rusia, dan setelahnya. Untuk ukuran novel terjemahan, novel ini cukup mudah dipahami dengan alur cerita yang ringan dan gaya bahasa yang mudah dipahami. Sebagian besar buku hasil terjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia seringkali menggunakan gaya bahasa dan kosakata yang kurang sesuai dengan dan kurang nyambung. Namun, satu yang saya notice di novel ini ialah cover terbarunya. Menurut saya, cover cetakan kedua sangat membosankan. Paduan warna kuning, hitam, dan putih dengan sebuah gambar peternakan kecil membuat cover buku menjadi tidak menarik. Jika diposisikan, diri saya sebagai orang awam yang tidak tahu sama sekali tentang novel ini, maka dapat dipastikan saya tidak akan melirik novel ini. 

Jika kamu tertarik dengan novel-novel yang membahas tentang komunisme, maka novel ini dapat masuk ke dalam salah satu list bacaan kamu. Novel Animal Farm dapat kamu temui di Gramedia Terdekat di kotamu!

Judul buku: Animal Farm

Penulis: George Orwell

Penerjemah: Prof. Bakdi Soemanto

Penerbit: Bentang Pustaka

Ketebalan: 142 halaman

ISBN: 978-602-291-282-8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending