
Poser Film Kupu-Kupu Kertas. Foto: Instagram/@chiccokurniawan
LPK—Film dengan genre romantis drama ini sempat menjadi kontroversi publik, bahkan penayangan filmnya di bioskop kurang dari seminggu. Film ini disutradarai oleh Emil Heraldi yang juga merupakan sutradara dari film legendaris Nagabonar. Film yang tayang kembali pada September 2024 lalu ini diproduksi oleh Denny Siregar Production dan Maxima Pictures. Di menit awal akan dijelaskan peristiwa perebutan tanah antara Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Nahdlatul Ulama (NU) yang terjadi di Banyuwangi tahun 1965.
Film Kupu-Kupu Kertas mengisahkan dua sejoli, Ning (Amanda Manopo) dan Ihsan (Chicco Kurniawan) yang saling jatuh cinta. Kisah cinta mereka tidak mendapat dukungan dari mana pun lantaran keduanya memiliki keluarga dengan latar belakang ideologi yang berbeda. Namun, Ning dan Ihsan tidak memperdulikan hal itu sebab keduanya memang tidak mendukung ke salah satu pihak. Mereka lebih memilih menjelajahi dunia daripada membela kelompoknya. Hingga pada suatu malam, terjadi pembantaian besar-besaran oleh PKI yang menyebabkan kakak laki-laki Ihsan, Mas Rasyid (Samo Rafael) serta puluhan anak muda Ansor terbunuh.
Alur cerita film ini memang ringan untuk ukuran film sejarah, tetapi kurang detail. Kita sebagai penonton, bertanya-tanya ‘bagaimana latar belakang para tokoh?’ dan ‘kenapa tokoh itu melakukan tindakan tersebut?’ Awal kemunculan Busok (Reza Oktavian), kita akan salfok (salah fokus) dengan tato yang ada pada leher sebelah kanannya. Terasa kurang sesuai dengan setting tahun 1965, mengingat tato pada masa itu belum umum di kalangan masyarakat pedesaan. Detail kecil seperti ini perlu diperhatikan oleh tim produksi. Pemilihan Reza Oktavian sebagai karakter Busok juga terlihat kurang cocok karena wajahnya yang terlalu modern untuk menggambarkan karakter dari era 1960-an.
Film ini cocok untuk penonton berusia 18 tahun ke atas yang ingin belajar atau sekedar ingin tahu peristiwa-peristiwa sejarah di Indonesia. Film Kupu-Kupu Kertas yang sempat tayang di bioskop, kini sudah tayang di Netflix sejak 3 April yang lalu.





Leave a Reply