Tentu, kebanyakan orang-orang akan bertanya apa itu language abuse? Apakah kita sedang melakukan language abuse? Apa dampaknya jika melakukan Abuse in language?. Language abuse jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia mempunyai arti yaitu penyalahgunaan bahasa. Singkatnya, adalah penyalahgunaan bahasa yang digunakan tidak sesuai arti kata tersebut. Hal ini menjadi sangat populer pada masa sekarang karena muncul nya bermacam macam tren di internet. Ketika tren tersebut mulai menjadi populer, banyak orang yang akan menggunakannya dengan berbagai macam alasan. Salah satunya adalah FOMO atau Fear of Missing Out atau takut ketinggalan. Singkatnya FOMO adalah suatu kondisi seseorang yang takut akan ketinggalan tren.

Pada zaman modern ini, banyak terjadi abuse language atau penyalahgunaan kata serapan dari bahasa asing termasuk bahasa Inggris yang banyak dipakai oleh orang Indonesia. Salah satu contohnya adalah AFK. AFK awalnya popular di dunia game online berbasis komputer. Dilansir dari forum game online yang mempopulerkan kata ini , AFK yaitu Away From Keyboard atau jauh dari keyboard adalah keadaan di mana seorang pemain game yang sedang bermain game lalu meninggalkan permainan ketika sedang berlangsung. Contohnya, saat bermain game namun pemain game pergi untuk mengerjakan hal lain, hal ini bisa dikatakan AFK karena pada posisi ini permainan masih berlangsung tetapi karakter game hanya diam di tempat tanpa ada yang menggerakkan.

Penulis pernah mengalami dua hal yang berseberangan dalam konteks game online yang berbasis komputer yang menggunakan keyboard, dan juga game online yang berbasis smartphone yang menggunakan layar sentuh. Penggunaan kata AFK pada game yang berbasis komputer sudah sesuai dengan artinya karena permainan tersebut menggunakan keyboard. Lalu, pada game online berbasis smartphone, kata ini juga dapat ditemukan dan digunakan. Menurut penulis, kata ini tidak pantas digunakan pada game online yang berbasis smartphone karena game tersebut tidak dimainkan dengan keyboard. Tentu hal ini tidak sesuai dengan arti AFK yaitu jauh dari Keyboard

Kesalahan penggunaan kata ini  berasal dari komunitas game seluler. Dominasi game online modern berbasis smartphone seperti layar sentuh yang kebanyakan memakai “Analog”. Dalam masalah ini, kata “AFK” terasa  tidak digunakan pada tempatnya karena developer game tersebut menggunakan kata AFK ke dalam game buatannya. Contohnya, banyak dari player yang menggunakan kata AFK. Pengembang game juga menambah keanehan bahasa ini dengan menggunakan istilah “AFK”. Fenomena ini sangat kontras dengan kenyataan. Hal ini juga menciptakan ketidaksesuaian yang mencolok antara penggunaan dan makna sebenarnya.

            Lalu, pemaknaan negatif dari kata AFK yang marak digunakan saat ini adalah untuk memaknai bahwa orang disebut sudah meninggal dunia. Hal ini bisa ditemukan di kolom komentar di suatu platform media online. Contohnya, penulis pernah melihat suatu konten di platform sosial yang menunjukkan kabar duka tentang seseorang yang meninggal. Anehnya, kolom komentar dibanjiri dengan tulisan AFK. Seperti “Yah AFK dari dunia”. Hal ini tentu sangat tidak menunjukan empati terhadap orang yang sedang berduka cita. Maraknya penyalahgunaan ini juga berdampak kepada lingkungan yang tidak mengetahui arti sebenarnya dari kalimat tersebut. Hal ini juga dapat mempengaruhi mental korban yang menjadi objek perundungan dari kata ini. Hasil observasi menunjukkan bahwa orang-orang saat ini yang menggunakan kata AFK tidak mengetahui arti yang sebenarnya atau hanya mengikuti tren saja agar terlihat gaul.

            Kesimpulannya, dapat dikatakan bahwa kesalahan penerapan kata-kata asing, salah mengartikan kata seperti AFK, sudah menjadi hal yang umum dalam masyarakat dewasa ini. AFK, yang berasal dari komunitas game sebagai cara untuk menunjukkan bahwa seorang pemain “jauh dari keyboard,” kini telah memperoleh konotasi yang tidak pantas. Penyalahgunaan frasa ini telah menyebar, terutama di dunia game mobile, di mana konteks aslinya mungkin tidak berlaku. Selain itu, kecenderungan yang mengkhawatirkan yang mengaitkan AFK dengan kematian di forum-forum internet menunjukkan kurangnya rasa empati. Penggunaan ini tidak hanya menyimpang dari arti kata yang sebenarnya, tetapi juga memiliki dampak nyata yang dapat berdampak pada kesehatan psikologis korban yang mengalaminya. Meningkatnya normalisasi penyalahgunaan bahasa yang dipelintir  sering kali terjadi karena mengikuti tren. Untuk itu, penulis berharap kepada pembaca untuk stop menormalisasi hal hal yang salah seperti bahasa yang dipelintir. Bijaklah dalam berkomunikasi baik itu dengan orang yang lebih muda ataupun tua terutama dalam pemilihan kosakata kosakata baru. Sebaiknya cari tau terlebih dahulu makna dari kata tersebut sebelum menggunakannya pada orang lain.

Deskripsi singkat penulis: Penulis adalah Pandu Aryo, Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Andalas, aktif berkegiatan di Labor Penulisan Kreatif FIB Unand. Penulis lahir di Jakarta, 17 Oktober 2003.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending