
Oleh: Noor Alifah
Beragam istilah singkat kerap muncul karena terdesak oleh kebutuhan berbahasa secara praktis dan cepat dalam komunikasi sehari-hari aparat kepolisian, mulai dari laporan resmi hingga percakapan operasional di lapangan. Bentuk-bentuk pemendekan ini, yang dalam kajian morfologi dikenal sebagai abreviasi. Pemendekan atau abreviasi adalah salah satu dari berbagai proses pembentukan kata yang dipelajari dalam studi morfologi. Proses ini menjadikan rangkaian kata yang panjang lebih sederhana, efektif, dan mudah diingat serta membantu mempercepat penyampaian informasi sekaligus mengefisienkan bahasa kerja. Dengan memahami pola dan makna di balik abreviasi tersebut, pembaca dapat melihat bagaimana bahasa membentuk dinamika tugas kepolisian serta mempermudah publik mengenali istilah yang sering terdengar namun belum tentu dimengerti.
Dalam dunia kepolisian, slogan “Presisi Polri” juga merupakan akronim yang kini sangat dikenal. Presisi sendiri merupakan ide dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Ini adalah gagasan yang menunjukkan bagaimana Polri akan mengubah layanannya menjadi lebih modern, cepat, akuntabel, dan berpihak pada keadilan. Dengan menggunakan akronim ini, Polri berusaha menciptakan identitas yang sederhana namun kuat sehingga mudah diingat orang dan sekaligus menunjukkan komitmen mereka untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.
Menurut Harimurti Kridalaksana dalam Bukunya Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia, bentuk-bentuk abreviasi terbagi lima jenis.
- Singkatan, yaitu salah satu hasil proses pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dieja huruf maupun tidak.
Berikut beberapa singkatan dalam lingkungan kepolisian :
- SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu)
- LP (Laporan Polisi)
- SOP (Standar Operasional Prosedur)
- IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat)
- KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)
- KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana)
- AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi)
- AF (Ancaman Faktual)
- ADC (Aide De Commander / ajudan pimpinan)
- AG (Ambang Gangguan)
- AKP (Ajun Komisaris Polisi)
- FT (Fungsi Teknis)
- BB (Barang BLukti)
- GK (Gangguan Keamanan)
- HT (Handy Talky)
- KPPP (Kesatuan Polisi Pengamanan Pelabuhan)
- SPN (Sekolah Polisi Negara)
- SDM (Sumber Daya Manusia)
- PDH (Pakaian Dinas Harian)
- PDU (Pakaian Dinas Upacara)
- SAR (Search And Rescue)
- TKP (Tempat Kejadian Perkara)
- TKP (Tempat Kesamaptaan Jasmani)
- PTDH (Pemberhentian Dengan Tidak Hormat)
- PDH (Pemberhentian Dengan Hormat)
- KKEP (Komisi Kode Etik Polri)
- KEPP (Kode Etik Profesi Polri)
- PP (Peraturan Pemerintah)
- SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)
- SIM (Surat Izin Mengemudi)
- STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan)
- Penggalan, yaitu proses pemendekan yang mengekalkan salah satu bagian dari leksem (kata).
Berikut beberapa singkatan dalam lingkungan kepolisian :
- Ka (Kepala)
- Ops (Operasi)
- Laka (Kecelakaan)
- Dan (Komandan)
- Akronim, yaitu proses pemendekan yang menggabungkan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai sebuah kata yang sedikit banyak memenuhi kaidah fonotaktik Indonesia.
Berikut beberapa akronim dalam lingkungan kepolisian :
- Polri (Polisi Republik Indonesia)
- Brimob (Brigade Mobil)
- Bareskrim (Badan Reserse Kriminal)
- Sabhara (Samapta Bhayangkara)
- Densus 88 AT (Detasemen Khusus 88 Anti Teror)
- Binmas (Pembinaan Masyarakat)
- Lantas (Lalu Lintas)
- Intelkam (Intelijen Keamanan)
- Paminal (Pengamanan Internal)
- Propam (Profesi dan Pengamanan)
- Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat)
- Humas (Hubungan Masyarakat)
- Resmob (Reserse Mobil)
- Tipidkor (Tindak Pidana Korupsi)
- Tipidter (Tindak Pidana Tertentu)
- Gakkum (Penegakan Hukum)
- Aslog (Asisten Logistik)
- ASrena (Asisten Perencanaan Umum dan Anggaran)
- Assdm (Asisten Sdm)
- As Ops (Asisten Operasi)
- Abripda (Ajun Brigadir Polisi Dua)
- Abriptu (Ajun Brigadir Polisi Satu)
- Baintelkam (Badan Intelijen Keamanan)
- Bareskrim (Badan Reserse Kriminal)
- Baharkam (Badan Pemeliharaan Keamanan)
- Binkar (Pembinaan Karir)
- Binpotnaskuatmar (Pembinaan Potensi Nasional Menjadi Kekuatan Maritim)
- Brigjen (Brigadir Jenderal)
- Bripda (Brigadir Polisi Dua)
- Briptu (Brigadir Polisi Satu)
- Brigpol (Brigadir Polisi)
- Bripka (Brigadir Polisi Kepala)
- Brigtar (Brigadir Taruna)
- Bagyanduan (Bagian Yanduan)
- Bagrehabpers (Bagian Rehabilitasi Personels)
- Bagrenmin (Bagian Renmin)
- Bharada (Bhayangkara Dua)
- Bharatu (Bhayangkara Satu)
- Bharaka (Bhayangkara Kepala)
- Polairud (Polisi Air dan Udara)
- Polsuspas (Polisi Khusus Lapas)
- Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api)
- Dalpers (Pengendalian Personel)
- Irbin (Inspekstur pembinaan)
- Irjen (Inspektur Jenderal)
- Irwasum (Inspektur Pengawasan Umum)
- Irwasda (Inspektur Pengawasan Daerah)
- Irup (Inspektur Upacara)
- LATGAB (Latihan Gabungan)
- LEMDIKLAT (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan)
- MABES POLRI (Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia)
- Mako (Markas Komando)
- MAPOLDA (Markas Kepolisian Daerah Republik Indonesia)
- Mapolres (Markas Kepolisian Resor)
- Kontraksi, yaitu proses pemendekan yang meringkaskan leksem dasar atau gabungan leksem. Berikut beberapa kontraksi dalam lingkungan kepolisian :
- Curas (Pencurian dengan kekerasan)
- Curat (Pencurian dengan Pemberatan)
- Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor)
- Jatanras (Kejahatan dengan Kekerasan)
- Polsek (Polisi Sektor)
- Polres (Polisi Resor)
- Polda (Polisi Daerah)
- Lambang Huruf, yaitu proses pemendekatan yang menghasilkan satu huruf atau lebih yang menggambarkan konsep dasar kuantitas, satuan atau unsur. Berikut beberapa lambing huruf yang sering digunakan dalam lingkungan kepolisian :
- g (gram)
- cm (centimeter)
- m (meter)
Lambang-lambang huruf seperti ini sering digunakan dalam dunia kepolisian saat mengidentifikasi atau mencatat tinggi pelaku atau korban kejahatan. Satuan g sering dipakai saat menyebutkan sitaan barang bukti narkoba. Abreviasi dalam kepolisian tidak hanya memudahkan komunikasi di tingkat internal, tetapi juga membantu masyarakat memahami berbagai struktur, layanan, dan fungsi Polri. Mulai dari singkatan, penggalan, akronim, kontraksi, hingga lambang huruf, masing-masing memiliki peran untuk menyederhanakan istilah yang kompleks agar lebih mudah digunakan dalam tugas sehari-hari. Dengan memahami berbagai abreviasi ini, kita dapat melihat bahwa bahasa kepolisian bukan sekadar kumpulan singkatan. Sebaliknya, itu menunjukkan cara kerja kepolisian bekerja, seberapa efisien itu, dan bagaimana kepolisian berusaha untuk tetap responsif dan dekat dengan masyarakat. Artikel ini diharapkan dapat membantu pembaca memahami bahwa di balik setiap singkatan terdapat makna, fungsi, dan nilai yang membentuk identitas Kepolisian Republik Indonesia
BIODATA PENULIS

Noor Alifah lahir pada 3 November 2006 di Talawi, Kota Sawahlunto. Seorang mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Berkegiatan di Labor Penulisan Kreatif (LPK) Unand.





Leave a Reply